Regulator keuangan akhirnya bekerja sama dalam aturan kripto, tetapi mereka masih belum bisa sepakat tentang undang-undang privasi.
Sumber gambar: CoinDesk
Bayangkan mencoba mengikuti aturan ketika guru yang berbeda memberikan instruksi yang benar-benar berlawanan. Itulah yang terjadi dengan undang-undang privasi cryptocurrency di Amerika Serikat saat ini.
## Kabar Baik Terlebih Dahulu
SEC (Komisi Sekuritas dan Bursa - polisi pasar saham) dan CFTC (Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas - polisi pasar komoditas) baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mulai bekerja sama alih-alih bertengkar tentang siapa yang mengendalikan kripto. Mereka bahkan merilis panduan bersama yang menjelaskan bagaimana aturan mereka berlaku untuk aset kripto (mata uang digital seperti Bitcoin).
## Masalah Privasi
Tapi inilah masalahnya: privasi keuangan (menjaga urusan uang Anda tetap pribadi) masih benar-benar berantakan. Berbagai lembaga pemerintah tidak dapat sepakat tentang aturan dasar:
• Departemen Keuangan (mengelola kebijakan uang AS) mengatakan satu hal tentang perangkat lunak privasi pada tahun 2019 • Departemen Kehakiman (DOJ - jaksa federal) melakukan sebaliknya dengan menangkap pembuat alat privasi • Sekarang Departemen Keuangan mungkin berubah pikiran lagi • Sementara itu, pejabat SEC mempertanyakan apakah bank mengumpulkan terlalu banyak data pelanggan
## Mengapa Ini Penting
Ketika lembaga pemerintah memberikan aturan yang bertentangan, bisnis tidak tahu apa yang legal. Ini seperti mendapatkan tiket tilang karena melaju dengan kecepatan yang ditentukan - membingungkan dan tidak adil. Ketidakpastian ini membuat perusahaan kripto Amerika lebih sulit beroperasi dan melindungi privasi pelanggan.
Intinya: Meskipun regulasi kripto membaik, pemerintah perlu menyelesaikan aturan privasi sebelum bisnis dan konsumen dapat merasa benar-benar aman.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: https://www.coindesk.com/opinion/2026/03/31/the-time-for-clear-financial-privacy-rules-is-now