Saham yang paling tidak disukai di Wall Street secara mengejutkan mengungguli indeks utama selama ketegangan dengan Iran baru-baru ini.
Sumber gambar: MarketWatch
Saham yang dibenci oleh para ahli Wall Street justru berkinerja lebih baik daripada pasar secara keseluruhan, bahkan dengan ketegangan militer yang melibatkan Iran menciptakan ketidakpastian.
MarketWatch membuat dana investasi imajiner bernama "Pariah Capital" yang membeli saham yang paling tidak disukai oleh sebagian besar analis Wall Street (pariah adalah seseorang atau sesuatu yang dihindari orang lain). Meskipun "ekskursi" militer baru-baru ini dengan Iran menyebabkan volatilitas pasar (perubahan harga yang cepat), kumpulan saham tidak populer ini sebenarnya berkinerja lebih baik daripada S&P 500 (indeks yang melacak 500 perusahaan besar AS).
Dana tersebut juga mengalahkan Nasdaq (bursa saham yang berfokus pada perusahaan teknologi) dan sebagian besar manajer dana profesional selama: • Periode konflik militer satu bulan • Seluruh kuartal pertama tahun 2026 (Januari hingga Maret)
Hasil yang mengejutkan ini menunjukkan bahwa mengikuti kerumunan tidak selalu merupakan strategi investasi terbaik. Terkadang, saham yang dihindari oleh para ahli justru dapat memberikan pengembalian yang lebih baik daripada investasi populer. Eksperimen "Pariah Capital" menunjukkan bahwa investasi kontrarian (berlawanan dengan pendapat umum) kadang-kadang dapat membuahkan hasil, bahkan selama masa ketidakpastian seperti konflik militer.
Meskipun ini hanya dana imajiner yang dibuat untuk tujuan pendidikan, ini menyoroti pelajaran penting: saham yang dibenci semua orang hari ini mungkin menjadi pemenang besok.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: MarketWatch