26.03.2026
#stocks #sp500 #dow #oil #commodities #inflation #macro #fed #ecb #rates

Jeda Perang Iran oleh Trump Gagal Mendorong Pasar Saham saat Batas Waktu Mendekat

Jeda 5 hari oleh Trump dalam konflik Iran tidak meyakinkan investor. Saham tetap datar saat ketidakpastian meningkat.

Jeda Perang Iran oleh Trump Gagal Mendorong Pasar Saham saat Batas Waktu Mendekat

Presiden Trump mencoba menenangkan investor yang khawatir dengan mengumumkan jeda 5 hari dalam konflik Iran, tetapi pasar saham tidak merespons seperti yang dia harapkan.

## Apa yang Terjadi?

Jeda akan berakhir pada 28 Maret, hanya dua hari perdagangan lagi. Trump menginginkan jeda ini untuk membantu pasar saham pulih dan mungkin mendorong Dow Jones (indeks pasar saham utama yang melacak 30 perusahaan besar) kembali menuju 50.000 poin. Namun, investor tidak yakin jeda sementara ini akan menyelesaikan apa pun.

S&P 500 (indeks pasar saham penting lainnya yang melacak 500 perusahaan besar) bergerak menyamping dan sebenarnya menurun selama lima hari terakhir. Meskipun harga minyak sempat turun dari lebih dari $90 menjadi $88 per barel, mereka dengan cepat naik kembali.

## Mengapa Investor Khawatir

Ketidakpastian buruk bagi pasar - Ketika investor tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka sering menjual saham • Ribuan tentara AS menuju Teluk Persia, menunjukkan bahwa konflik akan berlanjut • Kekhawatiran inflasi meningkat - BNP Paribas (bank besar) sekarang memperkirakan inflasi mencapai 3,3% tahun ini • Bank Sentral Eropa memperingatkan bahwa mungkin perlu menaikkan suku bunga (membuat pinjaman lebih mahal)

## Gambaran Besar

Pasar lelah dengan postingan media sosial Trump yang menyebabkan fluktuasi liar dalam harga saham. Sementara satu posting di Truth Social dapat sementara meningkatkan saham, investor menginginkan solusi nyata, bukan jeda singkat.

Konflik ini pada dasarnya bertindak seperti kenaikan suku bunga mendadak (ketika bank sentral membuat pinjaman lebih mahal), merugikan ekonomi dengan membuat minyak lebih mahal. Jika minyak tetap sekitar $75 per barel - masih 30% lebih tinggi dari sebelum konflik - itu akan mendorong inflasi lebih tinggi dan memberi Federal Reserve (bank sentral Amerika) alasan untuk menjaga suku bunga tetap tinggi.

Intinya: Kecuali Trump benar-benar dapat mengakhiri konflik antara Israel dan Iran - bukan hanya menghentikannya sementara - pasar kemungkinan akan tetap bergejolak dan tidak pasti hingga April.

Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel asli di: https://www.marketwatch.com/story/trump-hoped-his-iran-pause-would-bring-a-stock-market-miracle-but-investors-arent-buying-b45e4b7a?mod=mw_rss_topstories

Penafian: Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.