Trump mengatakan dia hampir memutuskan serangan militer besar-besaran terhadap Iran. Minyak melonjak melewati $100 dan Nasdaq jatuh hampir 3%.
Ketegangan antara AS dan Iran mengguncang pasar global — dan harga minyak serta saham bergerak cepat sebagai akibatnya.
Dalam sebuah wawancara, Presiden Trump mengatakan dia "hampir membuat keputusan" untuk meluncurkan apa yang dia sebut "serangan besar" terhadap Iran — yang akan lebih besar dari operasi AS sebelumnya. Namun, dia menekankan bahwa belum ada keputusan akhir atau perintah yang diberikan.
Berikut adalah poin-poin utamanya:
- Trump mengatakan Israel akan bergabung "dalam dua menit" jika diminta, tetapi AS tidak membutuhkan bantuannya. Dia memperingatkan bahwa Israel bisa menghadapi pembalasan Iran (serangan balasan) jika terlibat langsung.
- Mengenai diplomasi (pembicaraan damai), Trump mengatakan Iran ingin bernegosiasi tetapi belum "merasakan cukup sakit" — artinya dia tidak mengharapkan kesepakatan segera.
- Konflik telah berkembang selama hampir dua minggu, berpusat pada serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz — jalur laut sempit di mana sebagian besar minyak dunia dikirim.
- Pemberontak Houthi yang didukung Iran telah memperluas serangan ke Laut Merah, mengancam rute pengiriman utama lainnya.
- Trump memperingatkan bahwa lebih banyak serangan Houthi akan membawa "hukuman militer besar" pada Iran dan Houthi.
Mengapa ini penting untuk uang Anda: Ketika konflik mengancam rute pengiriman minyak utama, investor khawatir pasokan minyak bisa menyusut, mendorong harga naik.
Reaksi pasar:
- Minyak Brent (harga patokan minyak global) naik di atas $100 per barel, sekarang di $100,88.
- WTI Crude (harga minyak utama AS) naik menjadi $92,67, naik 6,75% pada hari itu.
- Nasdaq (indeks saham AS yang banyak berisi perusahaan teknologi) turun sekitar 700 poin, atau -2,71%.
Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan biaya bahan bakar dan barang, yang dapat memicu
inflasi (kenaikan harga di seluruh ekonomi). Sementara itu, ketidakpastian sering mendorong investor keluar dari saham, menjelaskan penurunan Nasdaq.
Intinya: Belum ada serangan yang terjadi, tetapi ancaman saja sudah cukup untuk mendorong minyak lebih tinggi dan saham lebih rendah. Pedagang akan mengamati dengan cermat setiap keputusan akhir.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel aslinya di: https://investinglive.com/news/pres-trump-considering-a-massive-attack-greater-than-anything-before/