Sebuah jajak pendapat baru dari Gallup menunjukkan bahwa orang Amerika semakin skeptis terhadap AI, khawatir kehilangan pekerjaan dan meragukan perusahaan untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.
Orang Amerika semakin banyak belajar tentang kecerdasan buatan (AI) — tetapi semakin banyak yang mereka ketahui, semakin mereka tidak menyukainya.
Sebuah laporan baru dari Gallup (perusahaan terkenal yang mengukur opini publik melalui survei) menemukan bahwa setelah dua tahun mulai menerima AI, orang-orang sekarang semakin khawatir tentangnya.
Lebih banyak orang Amerika dari sebelumnya mengatakan mereka memahami AI. Tujuh dari 10 sekarang menggambarkan diri mereka sebagai orang yang berpengetahuan tentang teknologi ini, naik dari 64% pada tahun 2024. Tetapi peningkatan pemahaman ini datang dengan meningkatnya keraguan.
Berikut adalah temuan utama:
Menariknya, orang Amerika berpikir AI semakin baik dalam tugas-tugas tertentu, seperti mengemudi atau memberikan nasihat keuangan dan medis. Namun, orang-orang menilai manusia lebih baik daripada AI di setiap kategori yang diukur, termasuk perekrutan, pekerjaan kreatif, dan membantu siswa.
Laporan ini sesuai dengan survei terbaru lainnya. Sebuah jajak pendapat NBC News pada bulan Maret menemukan bahwa sebagian besar orang Amerika menggunakan alat AI seperti ChatGPT — namun 57% percaya bahwa risikonya lebih besar daripada manfaatnya. Sebuah survei bulan Juni oleh perusahaan AI Anthropic menemukan bahwa kehilangan pekerjaan adalah kekhawatiran utama di setiap negara bagian AS, dan hanya 15% orang yang mempercayai perusahaan AI untuk membuat keputusan yang baik tentang teknologi.
Kesimpulannya: Orang Amerika menggunakan AI lebih dari sebelumnya, tetapi pemahaman tidak membangun kenyamanan. Sebaliknya, semakin dekat orang melihat, semakin gugup mereka — terutama tentang pekerjaan mereka.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://decrypt.co/374794/more-americans-know-about-ai-less-they-like-gallup