Jajak pendapat baru menunjukkan 65% pemilih AS lebih memilih bank tradisional sementara hanya 5% yang mempercayai kripto untuk layanan keuangan.
Sebuah survei baru mengungkapkan bahwa orang Amerika sangat mempercayai bank tradisional daripada mata uang kripto ketika mengelola uang mereka, meskipun kripto telah ada hampir dua dekade.
Jajak pendapat dari 1.000 pemilih AS menemukan bahwa 65% lebih mempercayai bank untuk layanan keuangan, sementara hanya 5% yang lebih memilih kripto (mata uang digital seperti Bitcoin). Ini mengejutkan karena mata uang kripto awalnya dibuat sebagai alternatif untuk bank setelah krisis keuangan 2008.
Temuan utama dari survei: • 60% percaya kripto akan berdampak negatif pada ekonomi • 27% orang Amerika telah berinvestasi di kripto, tetapi sebagian besar hanya memiliki jumlah kecil • Hanya 2% yang memiliki lebih dari $10.000 dalam aset digital • 46% mengatakan mereka tidak ingin berurusan dengan kripto • Orang Amerika yang lebih tua (45+) adalah yang paling skeptis terhadap mata uang kripto
Survei juga mengungkapkan bahwa pria, Partai Republik, dan kelompok minoritas cenderung memandang kripto lebih positif daripada demografi lainnya. Orang muda lebih terbuka terhadap kripto dibandingkan generasi yang lebih tua.
Menariknya, jajak pendapat juga menanyakan tentang kecerdasan buatan (AI - sistem komputer yang dapat berpikir dan belajar). Mirip dengan kripto, 55% percaya risiko AI lebih besar daripada manfaatnya, dengan orang Amerika yang lebih tua menjadi yang paling khawatir.
Kurangnya kepercayaan ini muncul pada saat yang krusial karena industri kripto mendorong regulasi baru di Kongres. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan kripto dan perhatian arus utama, sebagian besar orang Amerika masih lebih memilih sistem perbankan tradisional yang mereka kenal dan pahami.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.coindesk.com/policy/2026/05/03/americans-still-prefer-banks-over-crypto-for-financial-access-coindesk-s-survey-shows