Strategy menambah $225M ke cadangan kasnya dengan menjual saham alih-alih Bitcoin, memicu perdebatan tentang siapa yang menanggung biayanya.
Sumber gambar: Decrypt
Strategy, perusahaan perbendaharaan Bitcoin terbesar di dunia (bisnis yang memegang sejumlah besar Bitcoin dalam neracanya), baru saja meningkatkan tumpukan kasnya sebesar $225 juta — tanpa menjual satu pun Bitcoin.
Alih-alih menggunakan kriptonya, perusahaan mengumpulkan uang dengan menjual saham baru dari perusahaannya sendiri yang disebut MSTR. Berikut adalah angka kunci:
Siapa yang dibayar terlebih dahulu? Cadangan ini terutama melindungi pemegang saham preferen — investor yang membeli sekuritas khusus yang membayar mereka pendapatan reguler (dividen). Orang-orang ini dibayar sebelum pemegang saham biasa (pemilik saham MSTR biasa yang hanya mendapat untung jika harga saham naik).
Inilah masalahnya: mengeluarkan saham baru "mengencerkan" pemilik yang ada. Pengenceran berarti setiap saham sekarang mewakili bagian yang lebih kecil dari perusahaan, yang dapat menurunkan nilainya bagi pemegang saham biasa.
Para kritikus tidak senang. Peter Schiff, seorang skeptis Bitcoin terkenal, berpendapat bahwa Strategy "mengorbankan pemegang saham biasa secara tidak perlu untuk melindungi pemegang saham preferen." Dia menyarankan bahwa perusahaan mungkin menghindari penjualan Bitcoin besar karena takut harga jatuh — simpanannya terlalu besar untuk dijual tanpa mengguncang pasar.
Mengapa ini penting? Pembaruan mingguan Strategy bertindak sebagai sinyal untuk seluruh pasar kripto. Ketika membeli Bitcoin, harga sering naik; ketika menjual atau berhenti, analis memperhatikan dengan seksama.
Untuk saat ini, Bitcoinnya (dibeli dengan harga rata-rata $75.476 per koin) berada pada kerugian kertas sekitar $9,6 miliar — kerugian "di atas kertas" yang hanya menjadi nyata jika koin tersebut benar-benar dijual.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel asli di: https://decrypt.co/373834/strategy-raises-225m-for-cash-reserve-mstr-sale-bitcoin