Raksasa kopi memberi penghargaan kepada karyawan dengan bonus tunai dan opsi tip yang diperluas sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan penjualan yang sedang kesulitan.
Starbucks memberikan uang ekstra kepada pembuat kopinya untuk membantu memulihkan bisnisnya yang sedang kesulitan. Rantai kopi terbesar di dunia ini mengumumkan akan memberikan bonus kepada barista (pembuat kopi) dan memperluas opsi pemberian tip di semua toko.
Perusahaan menghadapi masa sulit dengan penjualan yang menurun (ketika lebih sedikit orang membeli produk mereka) dan pekerja yang tidak puas. Untuk mengatasi masalah ini, Starbucks mencoba pendekatan baru: merawat karyawannya dengan lebih baik.
Apa yang dilakukan Starbucks: • Memberikan bonus tunai kepada semua barista dan pengawas shift • Memungkinkan pelanggan memberikan tip kepada pekerja di lokasi drive-through • Memperluas pemberian tip digital melalui aplikasi Starbucks • Berinvestasi dalam program pelatihan yang lebih baik untuk karyawan baru
Langkah ini muncul saat Starbucks berjuang untuk menarik pelanggan kembali ke tokonya. Perusahaan telah kehilangan bisnis ke pesaing yang lebih murah dan menghadapi waktu tunggu yang lama yang membuat pelanggan frustrasi. Dengan membayar pekerja lebih banyak, Starbucks berharap karyawan yang lebih bahagia akan memberikan layanan yang lebih baik dan membawa pelanggan kembali.
Bonus akan dibayarkan setiap tiga bulan berdasarkan kinerja toko. Pekerja di toko yang lebih sibuk dan lebih menguntungkan dapat memperoleh bonus yang lebih besar. Diharapkan perluasan pemberian tip akan menambah 200-400 dolar per bulan ke gaji pekerja.
Strategi ini dapat membantu saham Starbucks (saham kepemilikan di perusahaan) pulih dari kerugian baru-baru ini. Ketika perusahaan memperlakukan pekerja dengan lebih baik, seringkali menghasilkan hasil bisnis yang lebih baik dan harga saham yang lebih tinggi.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.cnbc.com/2026/04/02/starbucks-to-award-bonuses-to-baristas-expand-tipping.html