Wall Street menurunkan peringkat Starbucks karena peningkatan toko yang mahal mungkin tidak menarik pelanggan muda yang lebih suka rantai drive-thru.
Starbucks mengeluarkan banyak uang untuk membuat kedai kopinya lebih nyaman, tetapi para ahli keuangan khawatir rencana mahal ini mungkin tidak berhasil — terutama dengan pelanggan yang lebih muda.
RBC Capital (perusahaan riset investasi besar) baru saja menurunkan peringkat saham Starbucks dari "beli" menjadi "tahan" (berarti mereka tidak lagi merekomendasikan untuk membelinya). Harga saham turun 2,2% setelah pengumuman ini dan telah turun 6% dalam lima hari.
Mengapa ada kekhawatiran? Berikut adalah masalah utamanya:
• Biaya lebih tinggi dari yang diharapkan: Starbucks mengeluarkan lebih banyak uang untuk renovasi toko daripada yang diperkirakan analis • Anak muda lebih suka drive-thru: Pemuda pemudi pecinta kopi memilih pesaing seperti Dutch Bros dan 7 Brew, yang fokus pada layanan drive-thru cepat • Penghematan yang tidak jelas: Perusahaan belum menunjukkan bagaimana mereka akan menghemat uang di tempat lain untuk mengimbangi peningkatan yang mahal ini • Ekspektasi tinggi: Wall Street mengharapkan pertumbuhan besar dari Starbucks, meninggalkan sedikit ruang untuk kekecewaan
Para analis yang dipimpin oleh Logan Reich awalnya berpikir Starbucks akan mengeluarkan sedikit uang untuk perbaikan sementara. Sebaliknya, perusahaan membuat investasi besar untuk membuat toko lebih menyambut dengan tempat duduk yang nyaman dan suasana yang lebih baik.
Masalahnya? Pelanggan yang lebih muda mungkin tidak peduli tentang kursi yang nyaman ketika mereka bisa mendapatkan kopi dengan cepat di drive-thru. Ketidakcocokan antara apa yang ditawarkan Starbucks dan apa yang diinginkan konsumen muda ini bisa menjadi masalah bagi rencana perombakan mahal raksasa kopi ini.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: https://www.marketwatch.com/story/why-starbucks-expensive-revamp-might-not-win-over-a-younger-crowd-5d00355e?mod=mw_rss_topstories