Seorang istri ingin memberikan tabungan pensiun suaminya kepada anak-anak mereka, tetapi pakar keuangan memperingatkan untuk tidak melakukannya.
Sumber gambar: MarketWatch
Seorang istri dengan banyak tabungan pensiun sedang mempertimbangkan langkah berisiko: memberikan dana pensiun suaminya sebesar $150.000 langsung kepada anak-anak dewasa mereka. Namun, pakar keuangan memberikan peringatan.
Situasinya Sang istri mengatakan dia memiliki cukup uang untuk mendukung dirinya dan suaminya selama pensiun. Suaminya hanya memiliki $150.000 di IRA-nya (Akun Pensiun Individu - akun tabungan khusus untuk pensiun dengan manfaat pajak). Dia ingin mengubah penerima manfaat (orang yang mendapatkan uang ketika seseorang meninggal) dari dirinya sendiri menjadi dua putri mereka.
Mengapa Ini Ide Buruk Pakar keuangan Quentin Fottrell sangat menyarankan agar tidak mengikuti rencana ini. Berikut alasannya:
• Darurat medis mahal - Perawatan jangka panjang dapat menelan biaya lebih dari $100.000 per tahun • Suami mungkin membutuhkan uang itu - $150.000 tidak banyak untuk biaya kesehatan yang tak terduga • Ada opsi yang lebih baik - Mereka bisa menamai anak-anak sebagai penerima manfaat cadangan
Alternatif yang Lebih Cerdas Daripada memberikan dana pensiun sekarang, pasangan ini bisa:
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel aslinya di: https://www.marketwatch.com/story/my-husband-has-a-modest-150-000-in-his-retirement-fund-should-we-make-our-kids-beneficiaries-2ba37d68?mod=mw_rss_topstories