Paus Leo XIV merilis dokumen bersejarah yang mengatakan AI dan data milik semua orang, menantang kontrol perusahaan teknologi.
Sumber gambar: Decrypt
Paus baru saja membuat pernyataan yang mengubah permainan tentang kecerdasan buatan yang dapat mengguncang dunia teknologi.
Dalam dokumen keagamaan pertama yang disebut "ensiklik" (surat resmi dari Paus kepada semua umat Katolik di seluruh dunia), Paus Leo XIV menyatakan bahwa data harus menjadi "kebaikan bersama" - yang berarti milik semua orang, bukan hanya perusahaan teknologi besar.
Poin utama Paus menantang cara kita berpikir tentang teknologi:
• Data untuk semua orang: Seperti udara dan air, Paus mengatakan data yang dikumpulkan oleh sistem AI harus bermanfaat bagi semua orang, bukan hanya perusahaan • Teknologi tidak netral: Dokumen tersebut menolak gagasan bahwa teknologi tidak baik atau buruk - sebaliknya, dikatakan bahwa semua teknologi memiliki implikasi moral (mempengaruhi benar dan salah) • AI membutuhkan etika: Paus menyerukan pedoman etika yang kuat untuk pengembangan AI
Ini penting karena raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan Microsoft saat ini mengendalikan sejumlah besar data. Jika pemerintah dan perusahaan menanggapi pesan Paus dengan serius, ini dapat mengarah pada:
• Undang-undang baru yang mewajibkan berbagi data • Perubahan dalam cara perusahaan AI beroperasi • Akses publik yang lebih besar ke informasi berharga
Meskipun Paus tidak memiliki kekuatan hukum atas perusahaan teknologi, kata-katanya memiliki bobot dengan 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia dan sering mempengaruhi diskusi kebijakan global. Ini bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam cara kita mengatur AI dan kepemilikan data.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel asli di: https://decrypt.co/368933/pope-leo-xiv-ai-encyclical-2026