Raksasa teknologi Oracle mengejutkan karyawan dengan email pukul 6 pagi yang mengatakan mereka dipecat. PHK massal melalui email menjadi hal yang biasa.
Bayangkan bangun untuk memeriksa email kerja Anda dan menemukan bahwa Anda tidak lagi memiliki pekerjaan. Itulah yang terjadi pada ribuan karyawan Oracle minggu ini.
Perusahaan teknologi (yang membuat perangkat lunak untuk bisnis) mengirimkan email pada pukul 6 pagi waktu Timur AS pada hari Selasa, memberi tahu pekerja bahwa pekerjaan mereka dihilangkan. Pesannya singkat dan dingin: "Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini dengan cermat, kami telah memutuskan untuk menghilangkan peran Anda."
Fakta Utama: • Oracle memotong sekitar 30.000 pekerjaan dari 162.000 karyawan di seluruh dunia • Pekerja menerima berita melalui email tanpa peringatan • Harga saham Oracle telah turun 25% tahun ini • Perusahaan sedang memotong biaya sambil menghabiskan banyak untuk teknologi AI
Mengapa PHK melalui Email Menjadi Umum
Memecat pekerja melalui email mungkin tampak tidak berperasaan, tetapi ini menjadi praktik standar di perusahaan teknologi besar. Ketika ribuan karyawan perlu dipecat di zona waktu yang berbeda, email adalah cara tercepat. Ini juga memungkinkan perusahaan untuk segera memutus akses ke sistem kerja, mencegah karyawan yang marah dari menyebabkan kerusakan.
Raksasa teknologi lainnya seperti Tesla, Google, dan Amazon juga telah memecat pekerja melalui email massal. Beberapa perusahaan bahkan menggunakan panggilan Zoom atau video yang telah direkam sebelumnya, meninggalkan karyawan tanpa kesempatan untuk merespons atau mengajukan pertanyaan.
Apa Artinya Ini
Saat perusahaan berlomba untuk berinvestasi dalam kecerdasan buatan (AI - sistem komputer yang dapat berpikir dan belajar), mereka mengurangi pekerja manusia untuk menghemat uang. Sayangnya, dipecat melalui email mungkin menjadi hal yang biasa di industri teknologi, membuat kehilangan pekerjaan menjadi lebih impersonal dan menegangkan bagi pekerja.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: MarketWatch