Sam Altman mengatakan AI bergerak dari laboratorium ke penggunaan sehari-hari, membawa manfaat besar dan risiko serius bagi keuangan dan keamanan siber.
Sumber gambar: CoinDesk
Kepala OpenAI (perusahaan di balik ChatGPT) sedang membunyikan alarm tentang AI super-cerdas yang dapat mengubah cara kita bekerja dan mengelola uang.
Sam Altman, CEO OpenAI, mengatakan kepada wartawan bahwa AI tidak lagi hanya teknologi eksperimental. Ini menjadi bagian dari bisnis sehari-hari. Dia menjelaskan bahwa sistem AI sekarang dapat melakukan pekerjaan yang sebelumnya memerlukan tim orang. Misalnya, satu orang yang menggunakan AI dapat menulis kode komputer yang sebelumnya membutuhkan beberapa programmer.
Namun, ada sisi gelap dari revolusi AI ini, terutama untuk mata uang kripto (uang digital seperti Bitcoin). Inilah yang sedang terjadi:
• Lebih dari $1,4 miliar dalam kripto dicuri tahun lalu melalui serangan siber • AI memudahkan penjahat menemukan titik lemah dalam sistem komputer • Tugas yang memakan waktu berbulan-bulan bagi peretas sekarang dapat dilakukan dalam hitungan detik menggunakan AI • Bahkan kode yang ditulis oleh AI mungkin memiliki celah keamanan
Charles Guillemet dari Ledger (perusahaan yang membuat dompet kripto - brankas digital untuk mata uang kripto) memperingatkan bahwa AI membuat serangan penjahat menjadi lebih murah dan mudah. Sebelumnya, peretas memerlukan keterampilan tingkat lanjut. Sekarang, mereka hanya perlu bertanya kepada AI dengan pertanyaan yang tepat.
Altman percaya pemerintah perlu bertindak cepat. Dia khawatir tentang penggunaan AI untuk: • Serangan siber yang kuat pada sistem keuangan • Menciptakan senjata biologis berbahaya • Ancaman lain yang belum kita bayangkan
Intinya: Sementara AI menjanjikan untuk membuat kita lebih produktif dan dapat membantu ilmuwan membuat penemuan terobosan, itu juga menciptakan risiko baru bagi uang dan keamanan kita. Baik perusahaan teknologi maupun pemerintah perlu bekerja sama untuk menjaga kita tetap aman.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: https://www.coindesk.com/tech/2026/04/06/openai-ceo-urges-u-s-to-prepare-for-ai-superintelligence-risks-and-gains