Minyak global melonjak menjadi $97/barel setelah Iran menghentikan pembicaraan dengan AS dan mengancam menutup jalur pengiriman utama.
Harga minyak melonjak drastis pada hari Senin ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mencapai tingkat baru yang berbahaya, mengirimkan gelombang kejutan ke pasar energi global.
Apa yang Terjadi: Iran mengumumkan akan menghentikan negosiasi dengan AS dan mengancam akan menutup Selat Hormuz (jalur air penting di mana 20% minyak dunia melewati). Ini terjadi setelah Israel melancarkan serangan baru ke Lebanon, meskipun ada pembicaraan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Angka-Angka: • Harga minyak AS (West Texas Intermediate) melonjak 7% menjadi $97,51 per barel • Harga minyak global (Brent crude) melonjak 8,3% menjadi $94,59 per barel • Keduanya mencatat kenaikan satu hari terbesar dalam lebih dari sebulan
Mengapa Ini Penting: Ketika harga minyak naik, itu mempengaruhi semua orang. Minyak yang lebih mahal berarti: • Bensin lebih mahal di pompa • Biaya pengiriman dan transportasi lebih tinggi • Harga barang sehari-hari yang perlu diangkut meningkat
Gambaran Besar: Investor berharap untuk kesepakatan damai antara AS dan Iran, yang akan membantu menstabilkan harga minyak. Tetapi peristiwa hari Senin menunjukkan bahwa solusi diplomatik semakin kecil kemungkinannya. Seperti yang dikatakan seorang ahli: "Pasar perlu memperhitungkan konflik yang lebih lama dan risiko gangguan pasokan yang lebih tinggi."
Apa Selanjutnya: Analis memperingatkan bahwa harga minyak global dapat segera menembus $100 per barel dan bertahan di sana untuk jangka waktu yang lama jika ketegangan terus meningkat. Ini akan menandai peningkatan signifikan dari tingkat terbaru dan dapat mempengaruhi inflasi (kenaikan harga) di seluruh dunia.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: MarketWatch