Minyak melonjak lebih dari 9% dalam dua hari setelah Trump menyatakan gencatan senjata AS-Iran selesai dan mengisyaratkan serangan militer baru.
Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua minggu setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa gencatan senjata (kesepakatan sementara untuk menghentikan pertempuran) antara AS dan Iran telah berakhir.
Berbicara di KTT NATO di Turki, Trump menyebut para pemimpin Iran "sampah" dan "gila," dan memperingatkan bahwa AS "mungkin akan menyerang mereka keras malam ini." Komentar ini membuat investor ketakutan, yang khawatir konflik yang diperbarui dapat mengganggu aliran minyak di seluruh dunia.
Inilah seberapa banyak harga bergerak:
Semalam, kedua negara saling bertukar serangan militer. AS mengatakan telah menyerang lebih dari 80 target Iran, dan Iran mengatakan telah membalas di 85 pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Mengapa ini penting bagi orang biasa? Ketika minyak menjadi lebih mahal, begitu juga bensin dan banyak barang sehari-hari. Para ahli memperingatkan ini bisa membawa kembali inflasi (kenaikan umum harga dari waktu ke waktu) tepat ketika itu mulai mendingin. Inflasi yang lebih tinggi juga bisa mempengaruhi suku bunga (biaya meminjam uang yang ditetapkan oleh bank sentral) dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Seorang analis mencatat bahwa dunia masih memiliki banyak minyak secara keseluruhan — kekhawatiran sebenarnya adalah apakah itu dapat diangkut dengan aman ke tempat yang dibutuhkan. Jika konflik memblokir rute tersebut, harga bisa naik lebih tinggi lagi.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.marketwatch.com/story/oil-prices-jump-by-the-most-in-two-months-after-trump-suggests-u-s-iran-cease-fire-is-over-9fa7caee?mod=mw_rss_topstories