Trump memerintahkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz, membuat harga minyak melonjak sementara Bitcoin turun 3%
Sumber gambar: CoinDesk
Harga minyak melonjak 7% pada hari Minggu setelah Presiden Trump memerintahkan kapal Angkatan Laut AS untuk memblokir Selat Hormuz, jalur sempit di mana 20% minyak dunia melewati.
Blokade (kapal militer mencegah kapal lain lewat) terjadi setelah Iran menolak menghentikan program nuklirnya selama pembicaraan damai. Ini mengirimkan gelombang kejutan ke pasar keuangan:
• Futures minyak (kontrak untuk membeli minyak di masa depan) melonjak dari $90 menjadi $96,40 • Bitcoin turun 3% menjadi $71,000 karena investor merasa cemas • Volume perdagangan mencapai $1,53 miliar di Hyperliquid (platform perdagangan mata uang kripto)
Mengapa Ini Penting
Waktunya tidak bisa lebih buruk. Negara-negara telah merilis cadangan minyak darurat sejak Februari untuk menjaga harga tetap stabil. Namun cadangan ini menipis. Jika blokade berlanjut, kita bisa melihat:
• Harga bensin melonjak di pompa • Biaya yang lebih tinggi untuk segala sesuatu yang membutuhkan transportasi • Pasar saham jatuh karena perusahaan menghadapi biaya bahan bakar yang lebih tinggi
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Para ahli memperingatkan ini bisa menciptakan "kejutan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya" - artinya kekurangan minyak yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Badan Energi Internasional mengatakan jika aliran minyak normal tidak segera kembali, dunia bisa menghadapi kekurangan 10-11 juta barel per hari.
Bagi konsumen sehari-hari, ini berarti bersiap untuk harga yang lebih tinggi di pompa bensin dan kemungkinan biaya yang lebih tinggi untuk barang-barang yang bergantung pada transportasi.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.coindesk.com/markets/2026/04/12/oil-futures-up-7-on-hyperliquid-as-trump-orders-naval-blockade-of-hormuz