Harga minyak global turun dengan harapan konflik Iran dapat segera berakhir, tetapi tetap di atas $100 per barel di tengah ketidakpastian.
Sumber gambar: MarketWatch
Harga minyak turun pada hari Rabu setelah Presiden Trump menyarankan bahwa konflik AS-Israel dengan Iran dapat berakhir dalam "dua hingga tiga minggu," memberikan harapan kepada investor yang khawatir tentang pasokan energi.
Apa yang terjadi dengan harga minyak?
Futures minyak (kontrak untuk membeli minyak pada tanggal mendatang) turun dalam perdagangan awal, dengan minyak mentah Brent (patokan minyak global) sempat turun ke $98 per barel. Namun, harga dengan cepat kembali naik di atas $100 karena pedagang tetap berhati-hati terhadap situasi tersebut.
Mengapa ini penting?
• Harga minyak yang lebih tinggi berarti harga bensin yang lebih tinggi di pompa bagi konsumen • Konflik mengancam jalur pengiriman yang membawa minyak dari Timur Tengah • Sekitar 20% minyak dunia melewati perairan ini • Gangguan apa pun dapat menyebabkan kekurangan pasokan yang parah
Sinyal campuran membuat pedagang gelisah
Meski komentar Trump memicu optimisme, investor masih khawatir karena:
Apa yang terjadi selanjutnya?
Presiden Trump dijadwalkan untuk berpidato kepada bangsa pada Rabu malam dengan pembaruan tentang konflik tersebut. Pedagang minyak akan mengamati dengan cermat setiap detail konkret tentang de-eskalasi (mengurangi ketegangan) yang dapat mengembalikan harga ke tingkat normal.
Untuk saat ini, konsumen harus mengharapkan volatilitas yang berkelanjutan (perubahan harga yang cepat) di pompa bensin sampai situasi menjadi lebih jelas.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.marketwatch.com/story/brent-oil-futures-fall-as-low-as-98-ahead-of-trumps-address-on-iran-war-02590d56?mod=mw_rss_topstories