Pendapatan Netflix memenuhi ekspektasi, tetapi prospek yang hati-hati dan pembaruan penonton yang lebih sedikit membuat sahamnya anjlok hampir 10%.
Saham Netflix turun sekitar 10% pada hari Jumat — meskipun hasil sebenarnya dari raksasa streaming ini sebagian besar baik-baik saja. Jadi mengapa investor menjadi khawatir? Itu karena harapan untuk masa depan dan kurangnya transparansi tentang berapa banyak orang yang benar-benar menonton. Netflix melaporkan angkanya untuk tiga bulan yang berakhir 30 Juni. Berikut adalah bagaimana hasilnya dibandingkan dengan apa yang diharapkan oleh analis Wall Street (pakar keuangan yang memprediksi hasil perusahaan): - Pendapatan per saham (laba yang dibagi per saham): 80 sen vs. 79 sen yang diharapkan — sedikit lebih baik - Pendapatan (total uang yang diperoleh): $12,56 miliar vs. $12,59 miliar yang diharapkan — sedikit meleset - Pendapatan bersih (laba setelah semua biaya): $3,40 miliar, naik dari $3,13 miliar setahun lalu Pendapatan tumbuh 13% dari tahun ke tahun, berkat lebih banyak pelanggan, harga yang lebih tinggi, dan penjualan iklan yang meningkat. Jadi apa yang salah? Prospek perusahaan (prediksi untuk pendapatan masa depan) mengecewakan investor. Netflix mengharapkan pendapatan kuartal berikutnya tumbuh 12% dan mempersempit perkiraan tahun penuh 2026 menjadi $51 miliar–$51,4 miliar. Ketika panduan masa depan perusahaan terasa kurang memuaskan, investor sering menjual saham — menekan harga turun. Kekhawatiran lain: **Netflix mengatakan akan menerbitkan laporan penonton