Otoritas Malaysia menyita lebih dari 75.000 perangkat penambangan kripto setelah menemukan pencurian listrik yang meluas digunakan untuk menggerakkan operasi tersebut.
Sumber gambar: Decrypt
Malaysia telah menindak keras penambangan kripto ilegal, menyita lebih dari 75.000 mesin penambangan setelah menemukan bahwa mereka menggunakan listrik yang dicuri.
Pertama, mari kita pecahkan apa yang terjadi di sini. Penambangan kripto adalah proses menggunakan komputer yang kuat untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks. Sebagai imbalannya, mesin ini mendapatkan koin digital seperti Bitcoin. Masalahnya? Komputer ini menggunakan jumlah listrik yang sangat besar untuk beroperasi sepanjang waktu.
Untuk meningkatkan keuntungan, beberapa penambang di Malaysia diduga langsung menyambungkan ke jaringan listrik tanpa membayar. Mencuri listrik mengurangi salah satu biaya terbesar dari penambangan, tetapi itu ilegal dan dapat membebani sistem listrik lokal, menyebabkan pemadaman untuk orang biasa.
Berikut adalah fakta-fakta kunci:
Pencurian listrik untuk penambangan bukanlah hal baru — penindakan serupa telah terjadi di tempat-tempat seperti Kazakhstan, Iran, dan beberapa bagian Amerika Serikat. Pemerintah semakin memperhatikan operasi penambangan karena mereka dapat diam-diam mengkonsumsi daya sebanyak seluruh lingkungan.
Bagi pemula, pelajarannya sederhana: menambang kripto itu mahal dan memakan banyak energi. Ketika dilakukan secara legal, itu adalah bisnis yang sah. Tetapi ketika penambang mencoba menghindari biaya tersebut dengan mencuri daya, mereka berisiko denda besar, penyitaan peralatan, dan tuntutan pidana.
Penggerebekan di Malaysia ini adalah pengingat bahwa seiring dengan pertumbuhan kripto, pengawasan pemerintah juga meningkat — terutama ketika bertabrakan dengan sumber daya publik seperti listrik.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel asli di: https://decrypt.co/373030/malaysia-seizes-over-75000-crypto-mining-rigs-in-power-theft-crackdown