Merek mewah Gucci perlu mengubah cara menjual di China, kata CEO perusahaan induk, karena pembeli China menuntut penghormatan.
Perusahaan induk Gucci mengatakan bahwa merek mewah harus berhenti memperlakukan China seperti tempat pembuangan produk yang tidak diinginkan.
CEO Kering (perusahaan yang memiliki Gucci) membuat pernyataan mengejutkan tentang bagaimana merek fashion terkenal telah berbisnis di China. Dia mengatakan Gucci tidak bisa lagi memperlakukan negara itu seperti "tempat sampah" untuk produk yang tidak laku di tempat lain.
Apa artinya ini?
Di masa lalu, merek mewah seperti Gucci akan mengirimkan: • Persediaan sisa (produk yang tidak terjual dari negara lain) • Barang di luar musim (desain tahun lalu) • Produk yang kurang populer ke China
Praktik ini mengasumsikan konsumen China akan membeli apa saja dengan label mewah, tanpa memandang kualitas atau keinginan.
Mengapa ini berubah sekarang?
Konsumen China menjadi lebih canggih dan menuntut. Mereka menginginkan: • Produk yang sama tersedia di Paris, Milan, atau New York • Koleksi baru dan terkini bukan sisa • Diperlakukan dengan penghormatan yang sama seperti pelanggan Barat
China mewakili salah satu pasar barang mewah terbesar di dunia, dan merek tidak bisa lagi mengabaikan pelanggan berharga ini.
Apa artinya ini bagi investor
Saham Kering (saham yang bisa Anda beli di perusahaan) mungkin terpengaruh saat Gucci mengubah strateginya di China. Merek perlu berinvestasi lebih banyak dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih baik kepada pelanggan China, yang dapat memengaruhi keuntungan jangka pendek tetapi berpotensi meningkatkan pertumbuhan jangka panjang.
Perubahan ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam cara merek mewah Barat harus beradaptasi untuk melayani pasar China yang semakin penting dengan penghormatan yang layak.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.investing.com/news/stock-market-news/gucci-can-no-longer-treat-china-like-a-trash-bin-kering-ceo-says-4618655