Dulu menjadi merek pakaian yoga yang populer, Athleta melihat penjualan turun selama 6 kuartal berturut-turut karena kehilangan fokus mencoba menarik semua pembeli.
Merek pakaian yoga Gap, Athleta, menghadapi masalah serius, dengan penjualan turun selama enam kuartal berturut-turut. Perusahaan yang dulu sukses besar dalam tren mode olahraga kini berjuang menemukan identitasnya.
Apa yang terjadi dengan Athleta?
Gap membeli Athleta pada tahun 2008 ketika celana yoga dan pakaian olahraga menjadi mode sehari-hari (tren ini disebut "athleisure"). Selama bertahun-tahun, ini adalah kisah sukses. Setelah pandemi melanda pada tahun 2020, orang-orang yang bekerja dari rumah membeli banyak pakaian olahraga yang nyaman, dan penjualan Athleta melonjak.
Namun, masalah muncul ketika Athleta mencoba memperluas basis pelanggannya: • Merek ini awalnya berfokus pada baby boomer kaya dan aktif (orang yang lahir antara 1946-1964) • Untuk tumbuh lebih besar, mereka mencoba menarik semua orang • Ini membuat produk mereka "generik" - tidak ada yang istimewa dibandingkan pesaing • Penjualan turun 11% pada kuartal terbaru (periode bisnis tiga bulan)
Mengapa ini terjadi?
Pasar pakaian olahraga menjadi ramai. Merek seperti Lululemon, Alo, dan Vuori mulai bersaing untuk pelanggan yang sama. Sementara itu, saat orang kembali ke kantor setelah pandemi, mereka menginginkan pakaian yang lebih formal, bukan hanya celana yoga.
Pakar ritel Neil Saunders menjelaskan: "Mereka akhirnya tidak benar-benar menarik siapa pun secara khusus." Ketika Anda mencoba menyenangkan semua orang, Anda sering tidak menyenangkan siapa pun.
Apa yang dilakukan Gap tentang ini?
Gap mempekerjakan CEO baru untuk Athleta - Maggie Gauger dari Nike. Dia bekerja untuk: • Menyederhanakan pilihan produk • Fokus pada apa yang membuat Athleta istimewa pada awalnya • Membuat desain baru seperti celana yang ramah perjalanan
Gap menyebut tahun 2026 sebagai "tahun membangun kembali" untuk Athleta, yang berarti mereka memulai dari awal untuk memperbaiki merek. Ini adalah tahun ketiga berturut-turut mereka menunda harapan untuk pemulihan Athleta.
Pelajaran? Dalam bisnis, mencoba menjadi segalanya untuk semua orang bisa berarti kehilangan apa yang membuat Anda istimewa sejak awal.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel aslinya di: MarketWatch