Streaming, video game, dan gadget semuanya semakin mahal. Inilah alasan mengapa tinggal di rumah tidak lagi menghemat uang seperti dulu.
Selama ini, tinggal di rumah adalah cara murah untuk bersenang-senang. Menonton film, bermain video game, menghemat uang. Tapi itu berubah dengan cepat — dan itu membuat semua orang membayar lebih.
Kata yang digunakan orang adalah "funflasi" — campuran dari "fun" dan "inflasi" (inflasi berarti harga naik seiring waktu). Itu dimulai dengan tiket konser dan olahraga yang mahal setelah pandemi. Sekarang menyebar ke ruang tamu Anda, mempengaruhi layanan streaming, video game, dan elektronik.
Apa yang semakin mahal?
Dampaknya nyata. Data dari PNC Financial Services menunjukkan bahwa pada Juni 2026, orang-orang menghabiskan lebih sedikit untuk hiburan di rumah dibandingkan tahun sebelumnya. Pembeli yang lebih muda (Gen Z dan Milenial) mengurangi pengeluaran mereka sekitar 4%.
Beberapa pembeli, seperti mahasiswa Illinois Alyx Green, menemukan solusi — membeli game yang lebih murah dari studio kecil, bermain board game, atau bahkan hanya menonton orang lain bermain game di YouTube daripada membelinya.
Bahkan CEO Xbox mengakui bahwa game menjadi "tidak terjangkau" dan mengatakan perusahaan akan fokus pada perangkat keras yang lebih murah. Microsoft juga mengumumkan pemutusan hubungan kerja di divisi Xbox-nya.
Intinya: Selama bertahun-tahun, elektronik perlahan menjadi lebih murah karena pabrik menjadi lebih efisien. Tren itu sekarang berbalik. Apakah Anda pergi keluar atau tinggal di rumah, bersenang-senang menjadi lebih mahal.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel aslinya di: https://www.cnbc.com/2026/07/11/funflation-streaming-video-games-xbox-apple-disney-netflix.html