Hard seltzer seperti White Claw mengalami penurunan penjualan sementara minuman non-karbonasi seperti Surfside melonjak 46%.
Ingat ketika semua orang minum seltzer berkarbonasi seperti LaCroix dan White Claw? Nah, gelembungnya mulai pecah pada minuman berkarbonasi. Orang muda memilih minuman tanpa gas, dan perusahaan berlomba untuk mengikuti.
Angka-angka menceritakan kisahnya. Penjualan hard seltzer (minuman beralkohol berkarbonasi) turun 1,1% tahun lalu. Sementara itu, minuman beralkohol non-karbonasi seperti Surfside Iced Tea dan koktail siap saji melonjak hingga 46,4%. Itu adalah perubahan besar dalam apa yang orang ingin minum.
Mengapa orang meninggalkan minuman berkarbonasi? Berikut adalah alasan utamanya: • Gen Z (orang yang lahir antara 1997-2012) ingin mencoba hal-hal baru • Karbonasi dapat menyebabkan kembung dan bersendawa • Minuman berkarbonasi dapat merusak enamel gigi seiring waktu • Banyak yang melihat minuman tanpa gas sebagai pilihan yang lebih sehat
Surfside, teh es berbasis vodka yang diluncurkan pada 2022, menjadi merek alkohol dengan pertumbuhan tercepat di Amerika pada 2024. CEO perusahaan mengatakan ada "permintaan yang sangat besar" untuk opsi non-karbonasi. Wanita terutama lebih menyukai minuman ini karena mereka merasa minuman berkarbonasi membuat mereka merasa kembung.
Tren ini penting bagi investor yang mengamati perusahaan minuman. Merek yang cepat beradaptasi untuk menawarkan opsi non-karbonasi dapat melihat pertumbuhan yang kuat. Perusahaan yang masih fokus hanya pada seltzer mungkin mengalami kesulitan. Industri minuman bernilai miliaran, jadi bahkan perubahan kecil dalam preferensi konsumen dapat berarti banyak uang.
Era minuman berkarbonasi belum sepenuhnya berakhir, tetapi sorotan jelas telah beralih ke minuman tanpa gas. Bagi perusahaan dan investor, saatnya memperhatikan apa yang diminum Gen Z.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: https://www.cnbc.com/2026/05/24/move-over-seltzer-non-carbonated-drinks-are-taking-the-spotlight.html