Mantan eksekutif BNY Mellon memulai NUVA dengan pinjaman rumah digital dan obligasi pemerintah senilai $19 miliar.
Seorang mantan eksekutif dari salah satu bank tertua di Amerika bertaruh bahwa masa depan Wall Street akan sepenuhnya digital.
Anthony Moro, yang bekerja di BNY Mellon (bank besar AS) selama 22 tahun, baru saja meluncurkan perusahaan baru bernama NUVA. Platform ini sudah memiliki hampir $19 miliar aset dunia nyata yang telah diubah menjadi token digital (anggap token sebagai sertifikat digital kepemilikan, seperti memiliki akta digital untuk rumah Anda).
Inilah yang dilakukan NUVA dalam istilah sederhana: • Mengonversi aset nyata ke bentuk digital - Mereka mengambil hal-hal seperti pinjaman rumah dan obligasi pemerintah AS (investasi aman yang didukung oleh pemerintah) dan mengubahnya menjadi token digital • Membuat investasi dapat diakses secara global - Orang di mana saja di dunia dengan hanya dompet kripto (aplikasi digital untuk menyimpan mata uang kripto) sekarang dapat berinvestasi dalam aset AS • Beroperasi 24/7 - Tidak seperti bank tradisional yang tutup di akhir pekan, platform ini berjalan sepanjang waktu
Produk paling menarik adalah apa yang Moro sebut sebagai "stablecoin yang menghasilkan imbal hasil" - pada dasarnya dolar digital yang membayar bunga, terdaftar di SEC (agensi AS yang mengatur investasi). Ini berbeda dari stablecoin biasa (mata uang kripto yang dipatok ke dolar) karena secara resmi terdaftar sebagai sekuritas (investasi yang diatur).
Moro percaya bahwa "setiap aset keuangan di seluruh dunia akan ditokenisasi dalam dekade berikutnya." Jika dia benar, ini bisa berarti membeli saham, obligasi, atau bahkan real estat bisa semudah mengirim email.
Pertanyaan besar adalah apakah investor tradisional dan regulator akan menerima transformasi digital Wall Street ini.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.coindesk.com/news-analysis/2026/05/19/former-bny-exec-launches-nuva-bets-tokenization-will-remake-wall-street