Perusahaan Michael Saylor, Strategy, membeli dan menjual bitcoin dalam bulan yang kacau, menumpuk kerugian $8,32 miliar saat harga merosot.
Sumber gambar: CoinDesk
Bayangkan membeli sesuatu yang mahal suatu hari, lalu menjualnya dengan harga lebih rendah hanya beberapa hari kemudian. Itulah kira-kira yang dilakukan perusahaan bernama Strategy (sebelumnya MicroStrategy, perusahaan terkenal karena memegang sejumlah besar bitcoin) — dan itu sangat merugikan mereka.
Bitcoin (mata uang digital yang hanya ada secara online, dengan harga yang naik turun) sedang jatuh. Harganya turun dari sekitar $74.000 pada akhir Mei menjadi di bawah $58.000 minggu lalu. Ketika harga jatuh seperti ini, disebut pasar beruang (periode ketika harga terus turun dan investor merasa muram).
Strategy, yang dipimpin oleh penggemar bitcoin terkenal Michael Saylor, membuat serangkaian langkah yang membingungkan:
Kerusakannya sangat besar. Strategy melaporkan kerugian $8,32 miliar pada kepemilikan bitcoinnya di kuartal kedua (periode tiga bulan yang digunakan perusahaan untuk melaporkan pendapatan).
Jadi mengapa menjual dengan kerugian? Para ahli berpikir Strategy membutuhkan uang tunai untuk melindungi pembayaran pada saham preferen yang disebut STRC. Saham preferen adalah jenis saham perusahaan khusus yang membayar pendapatan reguler (disebut dividen). STRC saat ini membayar hasil yang besar 12% (pengembalian tahunan yang diperoleh investor). Melindungi pembayaran ini mungkin menjadi prioritas — bahkan jika itu berarti menjual bitcoin dengan murah.
Pelajaran yang bisa diambil: Perusahaan yang membangun seluruh identitasnya di sekitar memegang bitcoin sekarang sedang berjuang saat harga jatuh. Sementara bitcoin dan saham utama (MSTR) turun, saham STRC yang membayar tinggi sedang bangkit kembali — tanda di mana fokus manajemen sebenarnya.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.coindesk.com/markets/2026/07/06/one-month-that-shook-the-market-saylor-s-struggles-over-bitcoin-strategy-yields-big-loss