Bitcoin tidak bisa menembus $65.000 sementara saham bergejolak dan hedge fund menjual saham teknologi lebih cepat dari dekade sebelumnya.
Bitcoin kesulitan melewati level harga kunci, dan para pedagang terus mengawasi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pada hari Senin, Bitcoin (BTC) — mata uang kripto terbesar di dunia — terus bertemu dengan batas tak terlihat di $65.000. Dalam perdagangan, ini disebut level resistensi (harga di mana banyak penjual muncul, membuat harga sulit naik lebih tinggi). Batas ini telah bertahan sepanjang Juli sejauh ini.
Suasana lebih luas di pasar keuangan berhati-hati. Inilah alasannya:
- Hedge fund (investor profesional besar yang mengelola dana besar) telah menjual saham teknologi dengan kecepatan tercepat setidaknya dalam 10 tahun, menurut The Kobeissi Letter, mengutip data dari Goldman Sachs.
- Ketegangan antara AS dan Iran membuat investor gugup untuk menaruh uang di aset berisiko seperti kripto dan saham.
- Harga minyak tetap di atas $80 per barel, sebagian karena Selat Hormuz (jalur pengiriman utama untuk minyak) tampaknya akan tetap tertutup.
Sementara itu, indeks saham utama AS bercampur:
S&P 500 dan
Nasdaq (keranjang yang melacak banyak perusahaan besar AS) sedikit naik, sementara
Dow Jones turun 0,3%.
Jadi, apa yang diharapkan para ahli dari Bitcoin? Kebanyakan melihat alasan untuk optimisme yang hati-hati:
- Pedagang Daan Crypto Trades percaya semakin lama Bitcoin berada di dekat $65.000, semakin besar kemungkinan untuk akhirnya menembus — terutama karena harga belum banyak turun.
- Target berikutnya yang dia amati adalah di atas $67.000, yang dia katakan akan menandakan struktur pasar bullish (pola yang menunjukkan harga sedang naik).
- Analis Michael van de Poppe melihat kemungkinan rentang $67.500 hingga $69.000 dalam beberapa minggu mendatang, dan bahkan hingga $80.000 pada bulan Agustus.
Beberapa analis juga mencatat bahwa musim panas biasanya adalah waktu yang tenang untuk pasar, dengan sedikit ayunan harga besar.
Intinya: Bitcoin terjebak di batas keras untuk saat ini, tetapi banyak pedagang berpikir terobosan bisa datang jika tetap stabil — sementara ketegangan global dan penjualan saham teknologi menjaga suasana hati-hati.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel asli di: Cointelegraph