Analis mengatakan Cipher dan TeraWulf, yang kini membangun pusat data AI, bisa bernilai lebih dari harga saham mereka saat ini.
Sumber gambar: CoinDesk
Beberapa perusahaan yang dulunya hanya fokus pada penambangan bitcoin kini melakukan sesuatu yang baru — dan analis berpikir investor melewatkan betapa berharganya hal ini.
Perubahan besar: dari bitcoin ke AI
Banyak penambang bitcoin (perusahaan yang mengoperasikan gudang komputer besar untuk mendapatkan bitcoin) mengubah lokasi mereka menjadi pusat data AI. Ini adalah fasilitas yang menyewakan daya komputasi kepada perusahaan kecerdasan buatan — mirip dengan pemilik tanah yang menyewakan properti.
Firma riset bernama Compass Point berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan ini sekarang harus dinilai secara berbeda. Alih-alih menilai mereka berdasarkan naik turunnya harga bitcoin, investor harus melihat pendapatan sewa yang sudah mereka kunci melalui kontrak yang ditandatangani dengan pelanggan AI.
Mengapa ini penting
Pikirkan seperti memiliki gedung apartemen dengan penyewa yang sudah menandatangani kontrak sewa multi-tahun. Sewa yang dijamin itu memiliki nilai nyata — bahkan sebelum penyewa pindah. Compass Point mengatakan pasar saham tidak memberikan kredit yang cukup kepada perusahaan-perusahaan ini untuk kesepakatan yang sudah ditandatangani.
Tiga perusahaan yang terlihat 'murah'
Para analis menunjuk pada tiga saham yang nilai pasarnya (harga total dari semua saham mereka) tampaknya lebih rendah dari nilai kontrak AI yang sudah ditandatangani:
Bagaimana mereka mengukurnya
Compass Point membangun metode yang:
Selama dua tahun ke depan, analis mengharapkan kinerja saham perusahaan-perusahaan ini lebih bergantung pada menyelesaikan proyek dan mulai mengumpulkan sewa dari pelanggan AI daripada bitcoin. Jika mereka benar, beberapa 'penambang' hari ini mungkin benar-benar menjadi pemilik teknologi di masa depan.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel asli di: https://www.coindesk.com/markets/2026/07/09/cipher-terawulf-among-ai-infrastructure-stocks-trading-below-contract-value-compass-point-argues