Amazon, Google, dan Meta meningkatkan keuntungan pasar saham sementara perusahaan lain berjuang dengan dampak perang.
Sumber gambar: MarketWatch
Perusahaan terbesar di AS menghasilkan lebih banyak uang daripada yang mereka miliki dalam lebih dari 15 tahun, tetapi ada satu hal — hanya tiga raksasa teknologi yang melakukan sebagian besar pekerjaan berat.
S&P 500 (sekelompok 500 perusahaan terbesar di Amerika) menunjukkan margin keuntungan terbaiknya (berapa banyak uang yang disimpan perusahaan setelah membayar semua biaya) dalam lebih dari satu dekade. Namun, kinerja yang mengesankan ini sebagian besar berkat Amazon, Google, dan Meta (perusahaan induk Facebook).
Fakta penting tentang keuntungan rekor ini: • Keuntungan Amazon melonjak 77% dalam tiga bulan pertama tahun 2026 • Perusahaan teknologi meraih keuntungan besar sementara bisnis konsumen berjuang • Perang Iran merugikan perusahaan seperti Starbucks, McDonald's, dan Disney • Perusahaan keuangan, industri, dan utilitas juga berkinerja baik
Situasi ini menunjukkan kesenjangan yang semakin besar di pasar saham. Sementara Big Tech berkembang, banyak perusahaan yang berfokus pada konsumen menghadapi tantangan dari konflik global dan perubahan kebiasaan pelanggan. Perusahaan yang menjual langsung kepada konsumen mengalami kesulitan lebih besar dalam mempertahankan keuntungan mereka.
Mengapa ini penting: Ketika hanya beberapa perusahaan yang mendorong sebagian besar keberhasilan pasar, itu dapat menyembunyikan masalah di tempat lain. Investor harus memahami bahwa kinerja kuat pasar secara keseluruhan tidak berarti setiap perusahaan berkinerja baik. Lonjakan keuntungan saat ini nyata, tetapi tidak merata di semua bisnis.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: https://www.marketwatch.com/story/s-p-500-profits-havent-been-this-rich-in-at-least-15-years-but-theres-more-to-the-story-c3ccaf3b?mod=mw_rss_topstories