Warner Music dan investor melihat potensi keuntungan besar saat musik India meledak di pasar AS.
Perusahaan musik besar sedang menginvestasikan banyak uang pada artis Asia Selatan, bertaruh bahwa mereka akan menjadi superstar global berikutnya seperti band K-pop atau penyanyi Latin.
Warner Music Group (salah satu dari tiga perusahaan musik terbesar di Amerika) telah bermitra dengan pengusaha Anjula Acharia untuk menciptakan 5 Junction, label baru yang sepenuhnya berfokus pada bakat Asia Selatan di AS. Mengapa? Karena angkanya luar biasa:
• Streaming musik India tumbuh 2.000% secara internasional antara 2019-2023 • Pendapatan musik global mencapai $30 miliar pada tahun 2025 (uang yang dihasilkan dari semua penjualan dan streaming musik) • Artis Asia Selatan menjual habis konser besar di AS • Hampir 50% dari uang yang diperoleh artis India di Spotify berasal dari pendengar di luar India
Apa yang mendorong ledakan ini? Beberapa faktor menciptakan kondisi yang sempurna:
• Layanan streaming (seperti Spotify) memudahkan siapa saja untuk menemukan musik baru • Anak muda ingin melihat artis yang mirip dengan mereka dan berbagi budaya mereka • Populasi Asia Selatan di Amerika tumbuh pesat • Lagu-lagu populer Amerika sudah menggunakan sampel musik India (potongan kecil dari lagu)
Peluang bisnisnya sangat besar. Dengan miliaran orang Asia Selatan di seluruh dunia dan jutaan yang tinggal di Amerika, eksekutif musik melihat potensi keuntungan yang belum dimanfaatkan. Artis seperti Rhea Raj dan Nora Fatehi sudah membangun basis penggemar besar yang melintasi batas budaya.
Intinya: Sama seperti K-pop Korea menaklukkan Amerika dan menghasilkan miliaran, investor percaya musik Asia Selatan adalah yang berikutnya. Warner Music bertaruh banyak uang bahwa artis India, Pakistan, dan Asia Selatan lainnya akan menjadi superstar musik berikutnya di Amerika.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel asli di: https://www.cnbc.com/2026/05/30/south-asian-music-warner-records-5-junction.html