10.05.2026
#stocks #macro

Perusahaan Makanan Besar Ikut Tren 'Fibermaxxing' dengan Camilan Baru

PepsiCo, Kraft, dan lainnya meluncurkan soda dan permen karet yang diperkaya serat karena media sosial mendorong permintaan untuk diet tinggi serat.

Perusahaan Makanan Besar Ikut Tren 'Fibermaxxing' dengan Camilan Baru

Tren kesehatan baru yang disebut 'fibermaxxing' sedang menguasai media sosial, dan perusahaan makanan besar berlomba untuk mendapatkan keuntungan. Tapi apakah menambahkan serat ke soda dan permen benar-benar sehat?

Apa yang Terjadi: Fibermaxxing berarti makan lebih banyak serat (bagian dari tanaman yang tidak bisa dicerna tubuh Anda tetapi dibutuhkan untuk kesehatan yang baik). Influencer media sosial mempromosikan diet tinggi serat, dan perusahaan besar seperti PepsiCo dan Kraft Heinz merespons dengan menambahkan serat ke produk yang tidak terduga:

• PepsiCo meluncurkan cola yang diperkaya serat dan membeli Poppi (perusahaan soda serat) seharga 1,95 miliar dolar • Kraft Heinz membuat Mac & Cheese dengan tambahan serat • Hershey mempromosikan permen batangan yang kaya serat • Unilever membeli perusahaan yang membuat permen karet serat

Mengapa Ini Penting: Orang Amerika biasanya hanya makan 15 gram serat setiap hari, tetapi para ahli merekomendasikan 21-38 gram. Serat membantu pencernaan dan dapat menurunkan kolesterol. Tren ini juga didorong oleh pengguna obat penurun berat badan (seperti Ozempic) yang membutuhkan lebih banyak serat untuk mengatasi efek samping.

Kekhawatiran: Pakar nutrisi memperingatkan bahwa meskipun serat penting, mendapatkannya dari soda dan permen mungkin tidak ideal. Produk-produk ini sering mengandung gula dan bahan lain yang dapat membatalkan manfaat serat. Selain itu, seperti tren kesehatan sebelumnya, ada risiko berlebihan.

Intinya: Meskipun lebih banyak serat umumnya baik, para ahli mengatakan lebih baik mendapatkannya dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh daripada camilan olahan – meskipun camilan tersebut lebih mudah ditemukan dan lebih enak.

Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel aslinya di: MarketWatch

Penafian: Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.