Perusahaan daging palsu yang dulu diperdagangkan seharga $235 per saham kini hanya seharga 60 sen. Inilah yang salah.
Ingat ketika daging palsu seharusnya mengubah dunia? Saham Beyond Meat anjlok dari $235 menjadi hanya 60 sen — itu seperti melihat $100 berubah menjadi 26 sen.
Perusahaan burger nabati ini go public pada tahun 2019 dengan salah satu kenaikan hari pertama terbesar yang pernah ada. Investor berpikir semua orang akan beralih dari daging asli ke burger protein kacang polong mereka. Perusahaan ini bernilai $14 miliar pada puncaknya. Hari ini? Hanya $271 juta.
Apa yang membunuh Beyond Meat? Empat masalah besar:
• Kehabisan uang: Perusahaan kehilangan $161 juta tahun lalu dan hanya memiliki cukup uang untuk bertahan sekitar 18 bulan • Terlalu banyak persaingan: Setiap perusahaan makanan mulai membuat daging palsu, ditambah daging asli tetap populer • Pelanggan menghilang: Ketika harga naik, orang memilih daging asli yang lebih murah daripada daging palsu yang mahal ($4,20 lebih mahal per pon) • Masalah manajemen: CEO memberi dirinya kenaikan gaji 6x sementara saham anjlok 78%
Realitas yang keras? Hanya 5% orang Amerika yang tidak makan daging (vegetarian dan vegan digabungkan). Itu adalah pasar kecil untuk perusahaan yang perlu menjadi besar.
Beyond Meat sekarang diperdagangkan sebagai "saham penny" (saham apa pun di bawah $1). Perusahaan berisiko dikeluarkan dari bursa Nasdaq (tempat saham dibeli dan dijual) jika tidak dapat menaikkan harganya kembali.
Dari kesayangan Wall Street menjadi kisah peringatan, Beyond Meat menunjukkan bahwa bahkan ide paling keren pun membutuhkan pelanggan yang terus membeli — terutama ketika masa sulit.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel aslinya di: https://www.marketwatch.com/story/how-beyond-meat-sank-from-a-14-billion-plant-based-protein-powerhouse-to-a-penny-stock-464c9781?mod=mw_rss_topstories