Perancang chip asal Inggris, Arm, bisa melihat sahamnya naik menjadi $300 karena AI mendorong permintaan besar untuk prosesor server.
Sumber gambar: MarketWatch
Sebuah perusahaan besar di Wall Street baru saja membuat prediksi berani tentang Arm Holdings, perusahaan Inggris yang merancang chip komputer yang digunakan dalam smartphone dan server.
Analis Bernstein, David Dai, mengatakan saham Arm bisa naik 45% menjadi $300 dari harga saat ini sekitar $207. Dia percaya kita sedang memasuki "renaissance CPU" (CPU adalah prosesor utama yang memberi daya pada komputer dan server).
Mengapa ini terjadi? • Agen Kecerdasan Buatan (AI) - program yang dapat bekerja sendiri - membutuhkan chip serbaguna yang lebih kuat • Pasar untuk CPU server (chip yang memberi daya pada komputer besar di pusat data) bisa tumbuh dari ukuran saat ini menjadi $137 miliar pada tahun 2030 • Chip Arm sangat efisien dalam penggunaan daya, artinya mereka menggunakan listrik lebih sedikit daripada pesaing
Arm sudah mendominasi pasar prosesor ponsel - desain mereka ada di hampir setiap smartphone. Sekarang, para analis percaya mereka bisa mengulangi kesuksesan ini di pasar server yang jauh lebih besar, yang saat ini didominasi oleh perusahaan seperti Intel.
Bagi investor, ini mewakili peluang potensial karena ledakan AI terus mendorong permintaan akan daya komputasi yang lebih efisien. Namun, prediksi saham tidak pernah dijamin, dan harga bisa turun serta naik.
Ini adalah ringkasan yang dihasilkan AI. Baca artikel aslinya di: https://www.marketwatch.com/story/arms-stock-could-rise-another-45-as-the-renaissance-of-cpus-takes-hold-analyst-says-58f6d261?mod=mw_rss_topstories