Studi menunjukkan ChatGPT 'tidak berguna' dalam meramalkan inflasi, sementara alat sederhana dari Fed Cleveland jauh lebih akurat.
Sumber gambar: MarketWatch
Sebuah studi baru yang mengejutkan mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan tidak dapat memprediksi tingkat inflasi — dan alat sederhana dari Federal Reserve mengalahkannya dengan telak. Para peneliti menguji ChatGPT (chatbot AI populer) melawan model peramalan lama dari Federal Reserve Cleveland. Hasilnya? Model tradisional 12 kali lebih akurat dalam memprediksi inflasi (tingkat di mana harga naik seiring waktu). Mengapa Ini Penting untuk Uang Anda Inflasi mempengaruhi segalanya, mulai dari harga bahan makanan hingga suku bunga pinjaman. Ketika para ahli tidak dapat memprediksinya dengan akurat, menjadi lebih sulit untuk: • Merencanakan anggaran Anda • Membuat keputusan investasi • Memahami ke mana arah ekonomi Joachim Klement, seorang ahli strategi di bank investasi Inggris Panmure Liberum, tidak berbasa-basi: ChatGPT "sama sekali tidak berguna" untuk peramalan ekonomi. Ini signifikan karena Klement memiliki gelar lanjutan dalam matematika, ekonomi, dan keuangan — dia tahu apa yang dia bicarakan. Kesimpulannya Meskipun AI unggul dalam banyak tugas, memprediksi tren ekonomi bukan salah satunya. Studi yang berjudul "ChatMacro: Evaluating Inflation Forecasts of Generative AI," membuktikan bahwa terkadang alat yang lebih tua dan lebih sederhana bekerja lebih baik daripada teknologi baru yang mencolok. Bagi investor dan orang biasa yang mencoba memahami ke mana harga akan bergerak, ini berarti: jangan percaya chatbot AI untuk prediksi keuangan. Tetaplah pada model peramalan yang terbukti dan analisis ahli. Ini adalah ringkasan yang dihasilkan oleh AI. Baca artikel aslinya di: https://www.marketwatch.com/story/ai-is-absolutely-useless-at-forecasting-inflation-this-proven-model-is-12-times-more-accurate-d176f411?mod=mw_rss_topstories